Infosatu.cyou, Kotabaru – Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 884/Saijaan sebagai satuan baru di wilayah Kabupaten Kotabaru menyatakan kesiapan terjun langsung membantu masyarakat dalam pembangunan wilayah, khususnya sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Komandan Yonif TP 884/Saijaan, Letkol Inf Priya Firmansyah, S.E., M.M., M.Tr.Mil., menegaskan bahwa meski satuannya masih dalam tahap awal pembentukan dengan keterbatasan fasilitas, komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional tetap menjadi prioritas utama.
Saat ini, para prajurit telah mulai mengoptimalkan lahan pertanian di wilayah Pulau Laut Timur dan Berangas. Salah satunya dengan membuka lahan sawah seluas kurang lebih 100 hektare di daerah Berangas yang kini masih dalam proses pembersihan dan pembajakan, sambil menunggu masa tanam.
“Kami sudah membuka lahan sawah kurang lebih 100 hektare di Berangas. Saat ini masih tahap pembersihan dan pembajakan, sambil menunggu musim tanam,” ujar Letkol Inf Priya Firmansyah.
Menanggapi masih rendahnya antusiasme sebagian masyarakat untuk melanjutkan proses penanaman di lahan yang telah dibuka, Yonif TP 884/Saijaan berencana menerjunkan personel dalam jumlah besar guna memberi motivasi sekaligus bekerja bersama warga setempat.
Untuk mendukung langkah tersebut, pihak batalyon terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Kodim, serta Brigade Pangan.
“Kami sedang menghitung kebutuhan personel yang akan diterjunkan, menyesuaikan permintaan dinas terkait maupun kebutuhan di tingkat desa,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada pertanian, Yonif TP 884/Saijaan juga mulai menjajaki pengembangan sektor peternakan sapi dan ayam melalui kerja sama dengan pengusaha lokal. Namun demikian, minimnya latar belakang keahlian prajurit di bidang peternakan menjadi tantangan tersendiri.
Sebagai langkah awal, para prajurit kini mengikuti pendalaman materi serta belajar langsung dari dinas terkait dan masyarakat yang telah berpengalaman.
Letkol Inf Priya juga menekankan pentingnya sinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mengatasi berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari keterbatasan alat pertanian, bibit, pupuk, hingga tenaga ahli.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa mendukung secara totalitas agar tugas ketahanan pangan ini dapat berjalan maksimal,” ungkapnya.
Saat ini, Yonif TP 884/Saijaan diperkuat sebanyak 655 prajurit tahap pertama, dengan sekitar 95 persen di antaranya merupakan personel muda yang belum berkeluarga. Ke depan, jumlah tersebut diproyeksikan bertambah hingga mencapai 1.190 personel sesuai Tabel Organisasi dan Personel (TOP) satuan.
Dengan semangat dan tenaga yang masih kuat, Letkol Inf Priya optimistis kehadiran Yonif TP 884/Saijaan akan memberikan dampak positif signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Kotabaru, meskipun saat ini para prajurit masih menempati fasilitas sementara berupa tenda.(Aida)



