Jum, 13 Maret 2026
spot_img

Jejak Perantau Arab di Aceh, Dari Ulama hingga Lahirnya Para Sultan Melayu

Infosatu.cyou – Sejarah Aceh mencatat jejak kuat perantau Arab yang telah bermukim sejak abad pertama Hijriah. Hubungan dagang antara Sumatra dan Jazirah Arab bahkan diyakini telah terjalin jauh sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, menjadi pintu masuk interaksi budaya, agama, dan perniagaan yang berkelanjutan.

Salah satu tokoh penting adalah Sayyid Abdullah bin Syekh Al-Aydarus, seorang ulama keturunan Arab yang memiliki hubungan erat dengan Sultan Aceh, Alauddin Mansur Syah (1577–1585). Ikatan tersebut semakin kuat melalui pernikahannya dengan putri Sultan, yang melahirkan Sayyid Zainal Abidin Al-Aydarus kelak dikenal sebagai Tun Dagang di Johor.

Dari garis keturunan ini, lahir raja-raja dan sultan yang memerintah di Trengganu, Johor, Riau-Lingga, hingga Pahang. Jejak dakwah dan peran sosial mereka memperkuat fondasi peradaban Melayu-Islam di Asia Tenggara.
Sayyid Abdullah merupakan cicit dari Sayyid Abu Bakar Al-Adani, waliyullah besar dari Yaman yang dikenal sebagai ulama sufi, pemimpin adil, sekaligus tokoh yang memperkenalkan kopi di Jazirah Arab. Warisan keilmuan dan budaya keluarga Al-Aydarus pun terus hidup, membentang dari Aceh hingga Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan.
Kisah ini menjadi bukti bahwa Aceh bukan hanya pusat penyebaran Islam, tetapi juga simpul penting peradaban dunia Islam sejak berabad-abad silam.
Sumber: Laduni

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru