Jum, 13 Maret 2026
spot_img

Manaqib Al-Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi, Ulama Dermawan dan Pelindung Anak Yatim

Infosatu.cyou – Al-Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi harum dalam sejarah dakwah Islam di Nusantara. Beliau lahir di Khola’ Rosyid, Hadramaut, Yaman Selatan, pada 1265 H/1845 M, dari keluarga mulia keturunan Rasulullah SAW.

Sejak kecil beliau diasuh oleh pamannya, Al-Habib Sholeh bin Muhammad Al-Habsyi, seorang ulama terpandang yang membentuk kepribadian dan jalan hidupnya. Ayah beliau, Al-Habib Idrus bin Muhammad Al-Habsyi, telah lebih dahulu berdakwah ke Indonesia dan wafat di Jatiwangi, Majalengka. Sementara ibunya, Syeikhoh Sulumah binti Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair Al-Hadhrami, mendidiknya dengan penuh kesabaran meski beliau tumbuh sebagai anak yatim.

Menuntut Ilmu Sejak Dini

Sebelum usia tujuh tahun, Habib Muhammad telah mulai mempelajari Al-Qur’an di Hauthah. Ia kemudian melanjutkan rihlah ilmiah ke berbagai kota di Hadramaut seperti Tarim, Syibam, Sewun, dan Du’an. Sejak muda beliau telah menguasai ilmu tafsir, hadits, fiqih, tasawuf, nahwu, dan sharaf.

Di antara guru-guru beliau adalah Ali bin Muhammad Al-Habsyi, yang menjadi syaikh fath (guru pembuka) baginya, serta sejumlah ulama besar lainnya di Hadramaut dan Haramain. Di Makkah, beliau juga berguru kepada Ahmad Zaini Dahlan, mufti besar mazhab Syafi’i.

Pada usia 16 tahun (1281 H), beliau menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya. Setelah itu, beliau beberapa kali kembali ke Hijaz untuk memperdalam ilmu, sebelum akhirnya takdir membawanya berdakwah ke Asia Selatan dan kemudian ke Nusantara.

Dakwah di Nusantara

Setelah sempat ke India dan Singapura, beliau menetap di Batavia (Jakarta) dan kemudian Surabaya. Di Indonesia, beliau dikenal bukan hanya sebagai alim ulama, tetapi juga sebagai da’i yang menghidupkan majelis-majelis ilmu dan maulid.

Beliau adalah perintis penyelenggaraan haul para wali dan orang-orang saleh di Indonesia. Untuk pertama kalinya, beliau mengadakan haul Muhammad bin Thahir Al-Haddad di Tegal. Tradisi tersebut kemudian berkembang luas di berbagai daerah.

Majelis maulid yang beliau adakan setiap Kamis di bulan Rabi’ul Awwal berpindah dari Jatiwangi ke Bogor, lalu ke Surabaya. Setelah wafatnya, tradisi itu diteruskan oleh Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi di Masjid Kwitang, Jakarta.

Ayah Kaum Fakir Miskin dan Anak Yatim

Habib Muhammad dikenal luas sebagai “Bapak Kaum Fakir Miskin dan Anak Yatim.” Rumahnya tak pernah sepi dari tamu. Siapa pun yang datang—terutama fakir miskin—tidak hanya diterima dengan ramah, tetapi juga diberi bantuan, bahkan ongkos perjalanan pulang.

Beliau memelihara banyak anak yatim, menyekolahkan, mencukupi kebutuhan, hingga menikahkan mereka saat dewasa. Para anak yatim itu merasakan kasih sayang beliau melebihi ayah kandung mereka sendiri.

Selain itu, beliau juga aktif membangun masjid, di antaranya di Purwakarta dan Masjid Ar-Raudhah di Jombang. Setiap konflik atau perselisihan di tengah masyarakat, beliau hadir sebagai juru damai yang mampu menyatukan pihak-pihak yang bertikai.

Akhlak Mulia dan Wasiat Berharga

Akhlak beliau sangat lembut, murah senyum, dan penuh kasih. Setiap orang yang duduk di sampingnya merasa paling dicintai. Inilah cerminan akhlak yang meneladani Rasulullah SAW.

Menjelang wafatnya pada Rabu malam, 12 Rabi’uts Tsani 1337 H/1917 M di Surabaya, beliau berwasiat agar umat senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah, memperhatikan tanggung jawab terhadap keluarga, serta tidak meremehkan hak-hak Allah.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menerima qadha dan qadar Allah dengan hati yang lapang. Menurutnya, lemahnya iman tampak ketika seseorang mudah gelisah dan marah karena tidak tercapainya keinginan duniawi.

Jenazah beliau dishalatkan oleh menantunya, Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhar, dan dimakamkan di Pemakaman Ampel Gubah, Surabaya.

Warisan Keteladanan

Manaqib Al-Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi bukan sekadar kisah seorang ulama, tetapi teladan tentang cinta kepada Allah, kepedulian kepada sesama, serta kesungguhan dalam berdakwah.

Semoga Allah SWT merahmati beliau, meninggikan derajatnya, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang dapat meneladani akhlak dan perjuangannya. Aamiin.

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru