Infosatu.cyou – Kunjungan ulama besar dari Makkah, Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, ke Tanah Banjar menjadi salah satu momen bersejarah bagi perkembangan dakwah dan majelis ilmu di Kalimantan Selatan. Hubungan beliau dengan ulama kharismatik Banjar, Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang lebih dikenal sebagai Abah Guru Sekumpul, dikenal sangat erat dan penuh penghormatan.
Disebutkan bahwa berkat perhatian dan kecintaan Abuya Sayyid Muhammad kepada majelis Abah Guru Sekumpul, nama majelis tersebut semakin dikenal luas hingga ke berbagai penjuru dunia. Beliau bahkan meng-copy ribuan rekaman VCD pembacaan maulid dan pengajian Abah Guru Sekumpul, lalu menghadiahkannya kepada para raja dan tokoh di Timur Tengah.
Abah Guru Sekumpul sendiri pernah menyampaikan bahwa setiap tamu yang datang untuk bertemu dengan Abuya Sayyid Muhammad di Makkah terlebih dahulu diperdengarkan rekaman VCD pembacaan Maulid Al-Habsyi dari majelis beliau. Setelah tayangan tersebut selesai, barulah Abuya Sayyid Muhammad keluar menemui para tamu dan menjelaskan tentang Maulid Simtud Durar karya Ali bin Muhammad al-Habsyi.
Kisah ini menjadi salah satu bukti kuatnya ikatan ulama antara Tanah Banjar dan Haramain, serta bagaimana dakwah dan tradisi maulid dari Banjar dikenal hingga ke berbagai negeri.
Lahumul Fātihah…
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد



