Infosatu.cyou – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, melontarkan kritik terbuka terhadap komposisi kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Menurut JK, jumlah menteri dan wakil menteri yang terlalu banyak berpotensi menimbulkan persoalan serius dalam hal koordinasi dan komunikasi pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan JK saat menerima audiensi kelompok pakar komunikasi di kediamannya di kawasan Jalan Brawijaya. Dalam pertemuan tersebut, diskusi menyoroti bagaimana komunikasi pemerintah dapat berjalan efektif di tengah kompleksitas struktur kabinet yang besar.
Kabinet Besar Dinilai Menyulitkan Koordinasi
Menurut JK, semakin banyak jumlah pejabat dalam kabinet, semakin besar pula tantangan dalam menyatukan arah kebijakan. Ia menilai koordinasi antar kementerian bisa menjadi lebih rumit jika jumlah aktor yang terlibat terlalu banyak.
Dalam pandangannya, kabinet yang terlalu gemuk berpotensi memperlambat proses pengambilan keputusan dan menyulitkan sinkronisasi antar kementerian. Kondisi tersebut bisa berdampak pada efektivitas pelaksanaan program pemerintah.
JK juga mengingatkan bahwa koordinasi yang tidak berjalan dengan baik dapat menimbulkan perbedaan pesan atau narasi yang disampaikan kepada publik. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa menimbulkan kebingungan di masyarakat terkait kebijakan pemerintah.
Menteri Diminta Tidak Hanya Laporkan Hal Baik
Selain menyoroti jumlah menteri, JK juga mengingatkan pentingnya kejujuran dalam komunikasi antara pejabat kabinet dan presiden. Ia menegaskan bahwa para menteri seharusnya tidak hanya menyampaikan laporan yang baik-baik saja kepada presiden.
Menurutnya, pemimpin negara membutuhkan informasi yang lengkap, termasuk persoalan dan hambatan di lapangan. Dengan laporan yang jujur dan objektif, presiden dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menjalankan pemerintahan.
JK menilai budaya “asal menyenangkan pimpinan” justru dapat merugikan pemerintah sendiri karena masalah yang sebenarnya terjadi di lapangan bisa tidak tertangani dengan baik.
Pentingnya Komunikasi Pemerintah yang Solid
Dalam diskusi tersebut, JK juga menekankan bahwa komunikasi pemerintahan tidak hanya menyangkut hubungan antar pejabat di dalam kabinet, tetapi juga bagaimana kebijakan disampaikan kepada masyarakat.
Jika komunikasi internal tidak solid, maka pesan yang sampai ke publik bisa berbeda-beda dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, ia menilai koordinasi dan sistem komunikasi yang kuat menjadi kunci keberhasilan pemerintahan.
Kritik sebagai Pengingat
Pernyataan JK dipandang sebagai bagian dari masukan konstruktif dari seorang tokoh senior yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan. Sebagai mantan wakil presiden yang pernah menjabat dua periode, pandangan JK sering menjadi referensi dalam diskusi mengenai tata kelola pemerintahan di Indonesia.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik global yang dihadapi Indonesia saat ini, efektivitas koordinasi kabinet dinilai menjadi faktor penting agar program pemerintah dapat berjalan optimal dan tepat sasaran bagi masyarakat.



