Jum, 27 Maret 2026
spot_img

Stabilitas Harga Dijaga, Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Pasar Antasari

Infosatu.cyou, Banjarmasin – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Daerah Kalimantan Seatan (Polda Kalsel) melakukan pengecekan dan pemantauan harga beras serta bahan pokok penting (bapokting) pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pasar Antasari, Banjarmasin, Rabu (25/3/2026).

Pemantauan ini dipimpin oleh AKP Sufian Noor, S.E., selaku Pelaksana Tugas (Ps.) Kanit 3 Subdit 1 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel. Ia bersama tim turun langsung ke lapangan guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga setelah momentum Lebaran.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah komoditas strategis, mulai dari beras, cabai, telur, daging ayam dan sapi, hingga minyak goreng dan gula pasir. Hasilnya, sebagian besar harga masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan stok yang tergolong aman.

Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras medium Rp14.000 per kilogram, keduanya masih sesuai HET. Harga telur ayam ras berada di angka Rp30.000 per kilogram, serta daging ayam ras berkisar Rp37.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Namun demikian, beberapa komoditas terpantau mengalami kenaikan di atas HET, seperti cabai rawit merah yang mencapai Rp100.000 per kilogram. Selain itu, harga daging sapi berada di kisaran Rp135.000 hingga Rp150.000 per kilogram, serta kedelai di angka Rp12.000 per kilogram. Meski demikian, stok untuk seluruh komoditas tersebut masih tersedia dan dinilai aman.

Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalsel Kompol Oliestha Ageng Wicaksana, S.I.K., M.H., C.P.H.R. melalui AKP Sufian Noor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi pimpinan dalam rangka menjaga stabilitas pangan di daerah.

“Monitoring ini akan terus kami lakukan secara berkala di sejumlah pasar rakyat. Kami juga mengimbau para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang dan tetap menjual sesuai harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas AKP Sufian.

Ia menambahkan, langkah ini tidak hanya untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, tetapi juga sebagai upaya menekan potensi inflasi serta melindungi daya beli masyarakat pasca Idul Fitri.

Hingga saat ini, situasi di Pasar Antasari terpantau kondusif, dengan aktivitas jual beli masyarakat berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti.

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru