Sab, 14 Maret 2026
spot_img

Bupati Balangan Tegaskan Banjir Bandang Bukan Akibat Tambang dan Perkebunan

Infosatu.cyou, Balangan – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Balangan dan sempat viral di berbagai platform media sosial akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Bupati Balangan, H. Abdul Hadi. Penegasan tersebut disampaikan langsung di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia saat kunjungan kerja ke Balangan beberapa waktu lalu.

Bupati Abdul Hadi menegaskan bahwa banjir bandang yang terjadi tidak disebabkan oleh aktivitas pertambangan maupun perkebunan, melainkan murni akibat faktor alam berupa curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung dalam waktu lama di wilayah hulu.
“Di wilayah hulu, khususnya Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Halong, tidak terdapat aktivitas pertambangan maupun perkebunan. Kondisi hutan masih terjaga dan relatif perawan hingga kawasan Pegunungan Meratus,” ujar Abdul Hadi.

Ia menjelaskan, banjir bandang merupakan air kiriman dari hulu Sungai Dayak Pitap dan hulu Sungai Balangan yang meluap akibat hujan ekstrem. Besarnya debit air menyebabkan sungai tidak mampu menampung aliran, sehingga air meluap dan menggenangi wilayah di bagian hilir.

Terkait keberadaan tambang batu bara di Kabupaten Balangan, Abdul Hadi menyampaikan bahwa lokasi pertambangan berada di Kecamatan Paringin dan Kecamatan Juai, yang merupakan wilayah tengah Balangan, bukan di daerah hulu yang menjadi sumber banjir.

“Air banjir berasal dari Balangan bagian atas, sementara aktivitas tambang berada di wilayah tengah. Jadi, tidak ada keterkaitan langsung dengan peristiwa banjir bandang ini,” tegasnya.

Ia juga mengakui bahwa di daerah lain, banjir dapat terjadi akibat kerusakan lingkungan yang dipicu aktivitas pertambangan atau perkebunan kelapa sawit. Namun kondisi tersebut, menurutnya, tidak terjadi di wilayah hulu Balangan. Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai asumsi dan informasi yang berkembang di media sosial, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Balangan dalam menjaga kelestarian hutan serta keseimbangan lingkungan hidup.

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru