Jum, 13 Maret 2026
spot_img

Manaqib KH Tubagus Muhammad Falak, Ulama Kharismatik Banten yang Menginspirasi Nusantara

Infosatu.cyou – Nama KH Tubagus Muhammad Falak atau yang akrab dikenal sebagai Kiai Falak Bogor, menjadi salah satu sosok ulama kharismatik yang memiliki pengaruh besar di Nusantara, termasuk terhadap Abah Guru Sekumpul Martapura, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani.

Dalam sejumlah ceramahnya, almarhum KH Syaifuddin Zuhri atau Tuan Guru Banjar Indah menjelaskan bahwa Kiai Falak merupakan salah satu guru besar mursyid yang memberi pengaruh spiritual mendalam. Bahkan sebelum berangkat menuntut ilmu ke Mekkah Al-Mukarramah, Abah Guru Sekumpul direkomendasikan oleh KH Syarwani Abdan untuk berguru kepada Kiai Falak.

Zuriat Rasulullah yang Tawadhu
Menurut penuturan para ulama Banjar, KH Tubagus Muhammad Falak diyakini sebagai keturunan Rasulullah SAW. Namun karena ketawadhuannya yang luar biasa, beliau tidak pernah menonjolkan nasabnya dan tidak berkenan dipanggil Habib atau Sayyid. Sikap rendah hati ini menjadi cerminan akhlak beliau yang lebih mementingkan keikhlasan dan kebersihan hati daripada kemuliaan garis keturunan.
KH Falak dikenal memiliki kedalaman ilmu agama dan keluasan pengaruh. Makam beliau di Pagentongan, Bogor, hingga kini ramai diziarahi masyarakat dari berbagai daerah sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan.
Sejumlah ulama besar Nusantara juga mengakui kewalian beliau. Di antaranya Habib Umar bin Muhammad bin Hud Al-Attas, Habib Soleh bin Muhsin Al-Hamid, serta Habib Ali Al-Habsyi.

Karomah dan Kedekatan Spiritual
Salah satu kisah karomah yang masyhur adalah menjelang tiga hari wafatnya, beliau dikabarkan didatangi oleh para gurunya yang telah wafat, di antaranya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dan Abdul Qadir al-Jailani. Kisah ini semakin menguatkan keyakinan masyarakat terhadap kedudukan spiritual beliau sebagai seorang waliyullah.
KH Falak juga dikenal sering melakukan perjalanan singkat antara Bogor dan Banten. Di Banten, beliau menjadi pusat rujukan umat, tempat bertanya dan bersilaturahmi berbagai kalangan, dari masyarakat awam hingga tokoh agama.
Sosok Sederhana dan Dicintai Semua Kalangan.

Menurut penuturan KH Zein Falak, salah satu keturunan sekaligus pengawal pribadi beliau, Abah Falak memiliki perawakan kecil, sekitar 150 cm, berkulit putih berseri dan selalu mengenakan udeng Sunda. Tutur katanya lembut, tegas, serta fasih berbahasa Arab ketika berbicara dengan para ulama dan habaib.
Beliau dikenal disiplin menjaga kesehatan. Setiap pagi terbiasa mengonsumsi dua butir telur ayam kampung dan berjalan kaki mengelilingi pesantren. Kebiasaan hidup sehat ini diyakini menjadi salah satu sebab panjang umur beliau yang mencapai sekitar 130 tahun.

Dalam keseharian, KH Falak juga dikenal dermawan dan selalu membantu masyarakat. Namun kepada tamu yang memiliki niat tidak baik, beliau bersikap seolah tidak mendengar. Pernah suatu ketika ada tamu yang meminta nomor judi, beliau justru berpura-pura tuli dan akhirnya menyuruh orang tersebut pulang.

Wafat dan Warisan Perjuangan
KH Tubagus Muhammad Falak wafat pada Rabu, 19 Juli 1972 atau 8 Jumadil Akhir 1392 H, pukul 04.15 Subuh di Pagentongan, Bogor, Jawa Barat. Ribuan pelayat dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, politik, dan militer, hadir mengiringi kepergian beliau.
Warisan perjuangan beliau kini diteruskan oleh keluarga dan keturunannya melalui Pesantren Al-Falak, yang tetap menjadi pusat pendidikan dan pembinaan spiritual hingga hari ini.

Manaqib KH Tubagus Muhammad Falak bukan sekadar kisah tentang seorang ulama besar, tetapi juga pelajaran tentang ketawadhuan, keikhlasan, serta pengabdian total kepada agama dan umat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan meninggikan derajat beliau, serta memberikan kekuatan kepada para penerusnya dalam menjaga thariqah dan perjuangannya ilaa yaumil qiyamah.

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru