Infosatu.cyou — Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran tidak akan lagi melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangga, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran televisi negara yang menegaskan perubahan sikap Teheran terkait dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah yang belakangan memanas.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara di kawasan atas serangan yang terjadi sebelumnya. Ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan dengan negara-negara tetangga dan berharap hubungan regional dapat kembali stabil.
“Kami tidak memiliki niat bermusuhan dengan negara tetangga. Iran hanya akan bertindak jika diserang terlebih dahulu,” ujar Pezeshkian dalam pidatonya.
Keputusan tersebut disebut sebagai arahan resmi dari dewan kepemimpinan sementara Iran kepada militer untuk menghentikan seluruh operasi serangan di kawasan, kecuali dalam situasi pertahanan diri jika Iran diserang lebih dulu.
Langkah ini dinilai sejumlah pengamat sebagai sinyal de-eskalasi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, sebagian pihak juga melihatnya sebagai strategi untuk menahan eskalasi konflik sementara waktu sambil menunggu perkembangan situasi regional.
Kini perhatian dunia tertuju pada langkah berikutnya dari Teheran dan respons negara-negara kawasan, apakah pernyataan tersebut benar-benar menjadi awal meredanya konflik atau sekadar bagian dari manuver diplomasi di tengah ketegangan yang masih berlangsung.



