Infosatu.cyou, Banjarmasin – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan menyuarakan keresahan terhadap maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah Kalsel. Aspirasi tersebut disampaikan dalam dialog bersama Rosyanto Yudha Hermawan dan Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalsel, Jumat (13/3).
Dalam forum tersebut, mahasiswa menegaskan bahwa aktivitas tambang ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi pendapatan, tetapi juga menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. Kerusakan ekosistem hingga meningkatnya risiko bencana seperti banjir dan longsor menjadi kekhawatiran utama.
Perwakilan mahasiswa dari Bakor HMI Kalimantan Selatan, Abdi Aswadi, menyampaikan bahwa bahkan perusahaan tambang yang telah mengantongi izin resmi pun tetap membutuhkan pengawasan yang ketat dari pemerintah dan aparat terkait.
“Pengawasan harus benar-benar dilakukan secara konsisten. Jangan sampai yang berizin saja masih melanggar, apalagi yang ilegal,” tegasnya.
Mahasiswa juga mendesak DPRD Kalsel untuk mengambil langkah konkret, mulai dari penguatan regulasi, peningkatan pengawasan lapangan, hingga penindakan tegas terhadap pelaku tambang ilegal.
Dialog ini diharapkan menjadi awal dari upaya bersama antara mahasiswa, pemerintah, dan legislatif dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi masyarakat Kalimantan Selatan dari dampak negatif aktivitas pertambangan yang tidak terkendali.



