Infosatu.cyou, Jakarta – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada sektor energi global. Pemerintah Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar minyak (BBM) di tengah situasi yang belum menentu.
Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan kehati-hatian dalam konsumsi energi menjadi penting menyusul konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berpotensi memicu krisis energi.
“Partisipasi publik sangat dibutuhkan untuk bersama-sama menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Sejak meningkatnya konflik pada akhir Februari lalu, jalur distribusi energi global terganggu, menyebabkan pasokan minyak dan gas tersendat serta harga energi mengalami kenaikan.
Sejumlah negara telah mengambil langkah penghematan, mulai dari pembatasan pembelian BBM, pemadaman listrik bergilir, hingga pengurangan hari kerja untuk menekan konsumsi energi.
Sementara itu, pemerintah Indonesia memastikan pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman.
Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menjaga ketersediaan energi. Pemerintah terus memantau perkembangan global dan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk diversifikasi pasokan dan penguatan distribusi, agar aktivitas masyarakat tetap berjalan di tengah tekanan krisis energi dunia.



