Sen, 20 April 2026
spot_img

Kim Jong-un Puji Kekuatan Iran, Sebut AS Mulai Kehilangan Pengaruh

Infosatu.cyou — Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, dilaporkan memberikan pujian tinggi terhadap kekuatan militer dan keteguhan politik Iran. Dalam pernyataan terbarunya, ia menyebut Iran sebagai salah satu kekuatan global dominan yang dinilai mampu menantang pengaruh Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Korea Utara, di mana Kim menilai keberanian Teheran dalam menghadapi tekanan Barat sebagai bukti mulai melemahnya dominasi Washington di panggung internasional.

“Iran telah membuktikan diri sebagai salah satu negara terkuat di dunia saat ini. Mereka menunjukkan bahwa gertakan Amerika tidak lagi memiliki arti,” ujar Kim dalam pernyataan resminya.

Soroti Ketangguhan Teheran

Kim menegaskan bahwa langkah-langkah strategis Iran, baik dalam bidang militer maupun politik, telah menunjukkan konsistensi dalam menghadapi tekanan internasional, khususnya dari Barat. Ia bahkan menyebut sejarah mencatat sejumlah momen di mana Amerika Serikat dinilai tidak mampu sepenuhnya mengendalikan situasi saat berhadapan dengan Iran.

Kritik Posisi AS

Tak hanya itu, Kim juga menyinggung faktor geografis Amerika Serikat yang dianggapnya “menguntungkan” karena jauh dari kawasan Timur Tengah. Ia melontarkan spekulasi tajam mengenai kemungkinan yang terjadi jika posisi kedua negara lebih berdekatan.

Dalam pernyataannya, Kim menyoroti beberapa hal:

Superioritas militer Iran, terutama dalam teknologi rudal dan sistem pertahanan.

Kelemahan strategi AS, yang menurutnya lebih mengandalkan sanksi ekonomi jarak jauh.

Spekulasi geografis, dengan menyebut AS bisa menghadapi konsekuensi besar jika berada dekat dengan Iran.

“Andai saja daratan Amerika Serikat terletak dekat dengan Iran, saya yakin negara itu sudah lama rata. Ketidakmampuan AS menghadapi Iran saat ini adalah bukti nyata lemahnya posisi mereka,” tambahnya.

Respons Global

Pernyataan Kim Jong-un ini menambah dinamika baru dalam hubungan geopolitik global, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Sejumlah analis menilai pernyataan tersebut lebih bersifat retorika politik yang mencerminkan posisi Korea Utara dalam peta aliansi global.

Laporan ini dihimpun dari berbagai sumber internasional, termasuk Reuters, BBC News, Al Jazeera, Associated Press, dan CNN.

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru