Beranda Featured Khasanah Manakib KH Ahmad Mughni: Ulama Kharismatik yang Istiqamah dalam Ibadah

Manakib KH Ahmad Mughni: Ulama Kharismatik yang Istiqamah dalam Ibadah

0

Infosatu.cyou – Sosok KH Ahmad Mughni, atau yang akrab dikenal sebagai Ayah Nagara, merupakan salah satu ulama kharismatik dari Kalimantan Selatan yang dikenal luas karena keteguhan ibadah dan kedalaman spiritualnya. Beliau juga merupakan ayah dari KH Muhammad Bakhiet, seorang ulama besar yang sangat dihormati di Kalimantan.

Lahir pada tahun 1910 M di Desa Pasungkan, Kecamatan Daha Utara, wilayah Nagara, beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga religius. Ibunya, Hj. Fatimah binti Abdush Shamad, dan ayahnya, Tuan Guru KH Ismail bin KH Muhammad Thohir, dikenal sebagai sosok yang kuat dalam nilai-nilai keislaman.

Sejak muda, KH Ahmad Mughni dikenal sangat disiplin dalam menjalani kehidupan. Ia menjaga shalat berjamaah di awal waktu, tekun membaca kitab, serta memiliki sifat dermawan. Waktu menjadi hal yang sangat berharga baginya—bahkan dalam keseharian, beliau hanya tidur sekitar dua jam setiap malam. Selebihnya diisi dengan ibadah dan menuntut ilmu.

Salah satu amalan yang sangat istiqamah beliau jalankan adalah shalat tahajud. Sejak usia 25 tahun, beliau rutin bangun setiap pukul dua dini hari untuk bermunajat kepada Allah. Ketekunan ini menjadi fondasi kekuatan spiritual yang melekat pada dirinya sepanjang hayat.

Dalam perjalanan hidupnya, KH Ahmad Mughni juga dikenal memiliki keistimewaan batin, seperti kasyaf dan firasat yang tajam. Banyak yang meyakini bahwa kedekatan beliau dengan Allah membuatnya memperoleh kepekaan spiritual yang tinggi.

Meski demikian, beliau dikenal sangat rendah hati. Dalam sebuah ungkapan yang terkenal, beliau berkata dengan bahasa Banjar:

“Bahari aku mangaji kada pintar nang kaya ikam-ikam ni pang, aku tumpul tapi cangkal,”

yang menggambarkan bahwa keberhasilan bukan semata karena kecerdasan, tetapi karena kesungguhan dan ketekunan.

Kisah hidup KH Ahmad Mughni menjadi teladan tentang pentingnya istiqamah, disiplin, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu serta beribadah. Sosoknya tetap dikenang sebagai ulama yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version