Beranda Featured Khasanah Manaqib Guru Samman Mulia Martapura

Manaqib Guru Samman Mulia Martapura

0

Infosatu.cyou, Martapura – Muhammad Samman bin Haji Mulia, yang lebih dikenal sebagai Guru Samman Mulia atau “Guru Padang”, merupakan salah satu ulama besar dari Martapura, Kalimantan Selatan. Beliau dikenal sebagai sosok alim, tawadhu, dan penuh kasih sayang kepada sesama.

Guru Para Ulama Besar

Guru Samman adalah paman sekaligus guru dari ulama kharismatik Banjar, Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul).

Dalam mendidik, beliau memiliki metode yang unik. Beliau tidak selalu mengajarkan ilmu secara langsung, tetapi justru mengantarkan muridnya kepada para ahli di bidangnya.

Misalnya, saat mendalami hadits dan tafsir, Guru Sekumpul dibawa kepada Anang Sya’rani Arif.

Menurut Guru Sekumpul sendiri, di kemudian hari terungkap bahwa Guru Samman sebenarnya menguasai berbagai disiplin ilmu Islam. Namun karena sifat tawadhu yang sangat tinggi, beliau tidak menonjolkan diri di hadapan masyarakat.

Keteladanan Akhlak: Kisah Pencuri Ayam

Salah satu kisah yang masyhur menggambarkan keluhuran akhlak beliau:

Suatu malam, beberapa orang hendak mencuri ayam di rumahnya. Saat mereka mengendap-endap, pintu rumah justru terbuka. Mereka panik dan hendak melarikan diri.

Namun Guru Samman berkata dengan lembut:

“Jangan mengambil yang masih hidup. Di dalam sudah kusediakan ayam yang sudah masak. Masuklah.”

Para pencuri itu pun masuk dan makan hingga kenyang. Setelah itu, masing-masing diberi uang sambil dinasihati:

“Gunakan uang ini untuk usaha, dan bertobatlah.”

Dengan izin Allah, para pencuri tersebut benar-benar bertobat dan menjadi orang yang hidup berkecukupan.

Nasihat Penuh Hikmah

Beliau juga memberikan arahan kepada ulama lain, salah satunya kepada Muhammad Aini bin Ali (Guru Ayan):

“Untuk memperdalam ilmu, kamu aku serahkan kepada Anang. Adapun engkau, cukup memberi pengajian di rumah dan langgar.”

Nasihat ini menunjukkan kebijaksanaan beliau dalam menempatkan seseorang sesuai kapasitas dan jalannya masing-masing dalam berdakwah.

Akhir Hayat

Guru Samman Mulia lahir pada tahun 1918 dan wafat pada Selasa, 25 Jumadil Akhir 1992.

Beliau dimakamkan di Komplek Ar-Raudhah, berdampingan dengan Guru Sekumpul—menjadi simbol kedekatan yang terus abadi, baik semasa hidup maupun setelah wafat.

Penutup

Manaqib Guru Samman Mulia mengajarkan bahwa keilmuan sejati harus disertai dengan kerendahan hati, serta akhlak mulia yang mampu mengubah hati manusia. Dakwah tidak selalu dengan kata-kata, tetapi juga dengan kasih sayang dan keteladanan nyata.

Kalau mau, saya bisa bantu buatkan versi lebih panjang (untuk ceramah) atau �⁠versi berita religi seperti gaya yang biasa kamu buat.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version