Beranda Kalimantan Selatan Olahraga Kalsel di Persimpangan, Desakan Reformasi Organisasi Makin Menguat

Olahraga Kalsel di Persimpangan, Desakan Reformasi Organisasi Makin Menguat

0

Infosatu.cyou – Wacana perombakan organisasi olahraga terbesar di Kalimantan Selatan kian menguat. Kondisi dunia olahraga daerah yang dinilai stagnan, penuh persoalan tata kelola, hingga lemahnya pembinaan atlet menjadi alasan utama perlunya penataan ulang secara menyeluruh.
Selama beberapa tahun terakhir, publik menilai organisasi olahraga belum berjalan maksimal. Persoalan bukan hanya soal minimnya anggaran dan dukungan finansial, tetapi juga menyangkut mentalitas, profesionalitas, serta arah pembinaan yang dianggap jauh dari semangat sportivitas.

Berbagai kritik mencuat terkait dugaan praktik-praktik tidak sehat dalam pengelolaan olahraga. Mulai dari pengaturan pertandingan, distribusi atlet, jual beli kesempatan bertanding, hingga permainan kepentingan dalam penentuan cabang olahraga dan perolehan medali disebut menjadi “rahasia umum” yang merusak marwah olahraga itu sendiri. Sportivitas yang seharusnya menjadi ruh utama olahraga, dinilai hanya sebatas slogan. Dalam praktiknya, masih banyak kepentingan pribadi dan kelompok yang justru lebih dominan dibanding upaya membangun prestasi atlet secara berkelanjutan.

Tak hanya di hilir, persoalan di sektor hulu pembinaan atlet juga menjadi sorotan serius. Keterbatasan sarana latihan, minimnya pelatih berkualitas, kurangnya event kompetitif, hingga pengelolaan organisasi yang campur aduk antara pengurus dan pelatih dinilai membuat pembinaan berjalan tidak profesional.
Kondisi tersebut menyebabkan atlet daerah sulit bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Banyak pihak menilai, tanpa keberanian menghadirkan pelatih berkualitas dan sistem pembinaan modern, sulit melahirkan atlet berprestasi yang mampu berbicara di level nasional maupun internasional.

Sorotan juga tertuju pada persoalan bonus atlet. Bonus yang dinilai kecil, bahkan diduga kerap mengalami pemotongan oleh oknum tertentu, disebut mematikan motivasi generasi muda untuk serius menekuni dunia olahraga. Atlet yang seharusnya mendapat penghargaan atas kerja kerasnya, justru sering menjadi korban praktik yang tidak sehat.
Selain itu, muncul pula kritik terhadap sejumlah pengurus yang dinilai terlalu banyak menguasai cabang olahraga sekaligus. Kondisi ini dianggap menciptakan monopoli kekuasaan dan mempersempit ruang regenerasi serta profesionalitas dalam organisasi olahraga.

Masyarakat olahraga berharap, rencana perombakan kepengurusan nantinya bukan sekadar bongkar pasang nama atau pergantian posisi semata. Reformasi yang diharapkan adalah perubahan total terhadap mental, pola kerja, tata kelola, serta komitmen membangun olahraga secara jujur dan profesional. Pasalnya, kemajuan olahraga bukan hanya soal prestasi di arena pertandingan, tetapi juga mencerminkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia dan harga diri sebuah daerah. Jika dikelola dengan serius dan bersih, olahraga diyakini mampu menjadi salah satu jalan penting mendorong kemajuan Kalimantan Selatan di masa depan.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version