Infosatu.cyou, Banjarmasin – Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Kalimantan Selatan resmi memasuki tahap finalisasi pembentukan kepengurusan. Momentum pada Kamis (10/7/2026) menjadi tonggak awal konsolidasi ORI di Kalimantan Selatan setelah ORI Pusat menyatakan keluar dari kepengurusan Partai Buruh dan kembali menjadi organisasi masyarakat sipil yang independen.
Sikap tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal ORI Pusat, H. Ferri Nuzarli, S.E., S.H., yang juga mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh. Keputusan itu diikuti sekitar 1,3 juta anggota ORI di seluruh Indonesia.
Dengan langkah tersebut, ORI menegaskan telah sepenuhnya keluar dari struktur Partai Buruh dan kembali fokus memperjuangkan hak, eksistensi, serta martabat para pekerja secara independen.
“Kami kembali ke khittah. ORI adalah rumah perjuangan buruh, bukan alat politik praktis. Hari ini di Kalsel kita mulai membangun kembali dari daerah,” ujar salah satu perwakilan peserta rapat.
Rapat finalisasi kepengurusan ORI Kalsel yang digelar di Banjarmasin dihadiri berbagai unsur, mulai dari jajaran KSPSI Kalimantan Selatan, advokat senior, akademisi, organisasi masyarakat, LSM, hingga pensiunan ASN.
Forum tersebut berhasil merumuskan nama-nama yang direkomendasikan untuk mengisi struktur kepengurusan ORI Kalsel, mulai dari unsur pembina, penasihat, ketua, sekretaris, bendahara hingga kepala bidang. Selanjutnya, hasil rapat akan disampaikan kepada Pengurus ORI Pusat melalui pemegang mandat Ketua KSPSI Kalsel, H. Sadin Sasau.
Dalam kesempatan itu, ORI juga menegaskan tiga fokus perjuangan sebagai organisasi independen, yakni memperjuangkan perlindungan hak dasar pekerja melalui kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan jaminan sosial; memperkuat posisi tawar politik buruh sebagai subjek hukum dan aktor pembangunan nasional; serta mendorong kebijakan ketenagakerjaan yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja.
Pembentukan ORI Kalsel diharapkan menjadi wadah independen yang mampu menampung sekaligus memperjuangkan aspirasi para pekerja di Kalimantan Selatan.
“ORI Kalsel harus menjadi wadah perjuangan buruh yang mandiri, solid, dan diperhitungkan. Tujuannya adalah mewujudkan keadilan sosial, kemakmuran, dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh pekerja dan rakyat Indonesia,” tegas salah seorang peserta dari kalangan akademisi.
Dengan terbentuknya kepengurusan ORI Kalimantan Selatan, provinsi ini menjadi salah satu daerah pertama di Indonesia yang merampungkan konsolidasi organisasi setelah ORI menyatakan sikap independen di tingkat nasional. (Raihan)



