Beranda Featured Khasanah Jejak Keilmuan Khalifah Syihabuddin, Ulama Banua yang Membimbing Syekh Nawawi Al-Bantani

Jejak Keilmuan Khalifah Syihabuddin, Ulama Banua yang Membimbing Syekh Nawawi Al-Bantani

0

Infowatu.cyou – Nama Syekh Nawawi Al-Bantani tentu tidak asing dalam sejarah keilmuan Islam Nusantara. Ulama besar asal Banten tersebut dikenal sebagai salah satu ulama Nusantara paling berpengaruh pada zamannya, dengan karya-karya yang hingga kini masih dipelajari di berbagai pesantren.

Namun, di balik perjalanan keilmuan Syekh Nawawi Al-Bantani, terdapat sosok ulama asal Kalimantan Selatan yang memiliki peran penting, yakni Khalifah H. Syihabuddin.

Khalifah H. Syihabuddin diketahui merupakan salah satu putra Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan dengan Tuan Bidur. Sebagai salah satu penerus keilmuan Datu Kalampayan, Khalifah Syihabuddin dikenal memiliki kedalaman ilmu dan banyak memiliki murid dari kalangan tokoh penting.

Salah satu tokoh yang disebut pernah menerima ilmu dan ijazah dari Khalifah Syihabuddin adalah Syekh Nawawi Al-Bantani.

Dalam tradisi keilmuan tarekat, Syekh Nawawi Al-Bantani disebut menerima baiat dan ijazah Tarekat Sammaniyah dari Khalifah Syihabuddin. Selanjutnya, ijazah tersebut diteruskan oleh Syekh Nawawi Al-Bantani kepada Syekh Zainuddin As-Sumbawi.

Rantai keilmuan tersebut tidak terlepas dari hubungan langsung Khalifah Syihabuddin dengan ayahandanya, Datu Kalampayan. Khalifah Syihabuddin mendapatkan izin untuk membaiat dan memberikan ijazah Tarekat Sammaniyah dari Datu Kalampayan.

Sementara itu, Datu Kalampayan sendiri memperoleh ijazah Tarekat Sammaniyah dari Syekh Muhammad bin Abdul Karim As-Sammany Al-Madani ketika menimba ilmu di Tanah Suci Makkah.

Jejak keilmuan Khalifah Syihabuddin juga disebut tidak hanya sampai kepada Syekh Nawawi Al-Bantani. Sultan Adam Al-Watsiq Billah, Sultan ke-12 Kesultanan Banjar, juga dikenal sebagai salah satu muridnya.

Rangkaian sanad keilmuan tersebut menunjukkan betapa kuatnya hubungan antara ulama Banua dengan jaringan keilmuan Islam di Nusantara dan Tanah Suci. Dari Kalimantan Selatan, ilmu dan tradisi keislaman terus diwariskan kepada generasi ulama berikutnya hingga memiliki pengaruh luas di berbagai wilayah.

Kisah Khalifah Syihabuddin sekaligus menjadi pengingat bahwa sejarah keilmuan Islam di Kalimantan Selatan memiliki mata rantai yang panjang dan erat dengan perkembangan intelektual Islam di Nusantara.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version