Beranda Banjarmasin OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Ekonomi Global

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Ekonomi Global

0

Infosatu.cyou, Banjarmasin – Di tengah ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak, kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat hingga tekanan inflasi global, sektor jasa keuangan Indonesia masih menunjukkan ketahanan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan pada 29 Juli 2026 menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dan mampu mendukung penguatan perekonomian nasional.

Kondisi tersebut tercermin dari sejumlah indikator. Inflasi Juli 2026 tercatat 2,88 persen secara tahunan, sementara aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansi dengan PMI 50,2 persen.

Di pasar modal, IHSG pada Juli 2026 ditutup di level 6.236,13 atau menguat 10,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Investor asing juga kembali mencatatkan net buy Rp1,62 triliun, berbalik dari net sell Rp19,63 triliun pada Juni.

Jumlah investor pasar modal hingga Juli 2026 mencapai 30,06 juta, tumbuh 47,63 persen secara tahunan berjalan

Sementara itu, kredit perbankan pada Juni 2026 tumbuh 12,67 persen menjadi sekitar Rp9.081 triliun. Pertumbuhan turut ditopang kredit investasi sebesar 24,9 persen dan kredit korporasi 20,45 persen. Dana pihak ketiga juga tumbuh 10,21 persen menjadi Rp10.282 triliun.

Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL gross 2,09 persen dan NPL net 0,82 persen.

Di sektor keuangan digital, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) tumbuh 57,02 persen secara tahunan menjadi Rp13,40 triliun, sedangkan pinjaman daring mencapai Rp105,14 triliun.

Perkembangan positif juga terlihat pada keuangan syariah. Pelaksanaan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Banjarmasin pada 4-5 Juli 2026 mencatat pembukaan 28.505 rekening baru dengan volume transaksi mencapai Rp236,6 miliar.

OJK mengingatkan pertumbuhan sektor keuangan harus dibarengi peningkatan literasi dan perlindungan konsumen. Masyarakat diminta memahami manfaat, biaya serta risiko sebelum menggunakan produk investasi maupun layanan keuangan digital.

Di tengah berbagai tantangan global, OJK menilai sektor jasa keuangan Indonesia tetap memiliki fondasi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi, menurut OJK, tidak hanya tercermin dari angka, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memanfaatkan layanan keuangan secara aman, sehat dan bijak.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version