Rab, 2 September 2026
spot_img

50 Guru Kotabaru Ikuti Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Kemendikdasmen

Infosatu.cyou, Kotabaru— Direktorat Sekolah Dasar (SD) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Daerah Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SD Tahun 2026 di Kabupaten Kotabaru.

Kegiatan berlangsung selama empat hari, 1–4 September 2026, dan diikuti 50 guru yang berasal dari 22 kecamatan se-Kabupaten Kotabaru. Pembukaan dilaksanakan Selasa malam (1/9/2026).

Bimtek dibuka Staf Ahli Bupati Kotabaru, Khairil Fajri, S.STP, mewakili Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotabaru Akhmad Romansyah, S.Pd., M.AP, perwakilan Direktorat SD Kemendikdasmen Yoyo Hidawanto, narasumber, panitia dan para peserta.

Yoyo Hidawanto mengatakan, digitalisasi menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi kini telah membantu berbagai proses administrasi dan pembelajaran, termasuk tanda tangan elektronik serta pengunggahan dokumen secara digital.

Ia juga mengingatkan para guru agar bijak menggunakan perangkat digital dan media sosial.

“Bijaksanalah dengan jari. Salah mencet bisa viral. Jadi harus bijak menggunakan perangkat-perangkat digital dan bermedia sosial,” pesannya.

Selain digitalisasi pembelajaran, Direktorat SD juga mendorong program revitalisasi satuan pendidikan serta bantuan prasarana pembelajaran menulis bagi siswa kelas I dan II SD. Pengelolaan bantuan tersebut juga akan memanfaatkan sistem digital, termasuk melalui SIPLah, sehingga penyaluran dan penggunaannya lebih terpantau dan akuntabel.

Kepala Disdikbud Kotabaru Akhmad Romansyah mengapresiasi pelaksanaan bimtek tersebut. Ia meminta para peserta memanfaatkan waktu empat hari untuk menyerap ilmu dari para narasumber.

“Gunakan waktu yang sangat singkat ini dengan belajar sebaik-baiknya, karena para narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang yang sangat menguasai materi yang akan disampaikan,” ujarnya.

Akhmad menilai kondisi geografis Kotabaru yang memiliki 22 kecamatan dengan wilayah daratan dan kepulauan menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah guru bahkan harus menempuh perjalanan laut dan darat selama berjam-jam untuk mengikuti kegiatan.

Sementara itu, Khairil Fajri menegaskan peningkatan kapasitas guru sangat penting di tengah perkembangan teknologi. Ia menyebut guru tidak hanya berperan sebagai tenaga pendidik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan masyarakat di kecamatan dan desa.

“Selain mengajar, kawan-kawan guru ini adalah tulang punggung bagi kecamatan dan desa. Perjuangan mereka luar biasa,” ungkapnya.

Bimtek yang berlangsung hingga Jumat (4/9/2026) tersebut diharapkan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, kreatif dan menyenangkan bagi peserta didik.

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru