Info satu.cyou, Banjarmasin — Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meluncurkan dua buku sekaligus Aplikasi Monitoring Kerja Sama dalam rangka memperingati 15 tahun kehadiran Ombudsman RI di Kalsel dan 25 tahun kiprah Ombudsman RI di tingkat nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Perwakilan Ombudsman Kalsel, Kamis (3/9/2026).
Dua buku yang diluncurkan masing-masing bertajuk “15/25: Catatan Perjalanan Melayani dengan Hati, Ahli, Aksi” dan “Literasi Anti Maladministrasi”. Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel, Hadi Rahman, mengatakan kedua buku tersebut merupakan bagian dari upaya mendokumentasikan pengalaman, pemikiran, serta praktik pengawasan pelayanan publik.
“15/25: Catatan Perjalanan Melayani dengan Hati, Ahli, Aksi” merupakan buku kompilasi setebal 333 halaman yang memuat 38 esai dari sembilan sudut pandang, mulai dari pimpinan Ombudsman, kepala daerah, instansi vertikal, insan media hingga warga pelapor.
Sementara itu, buku “Literasi Anti Maladministrasi” merupakan buku reguler setebal 381 halaman yang berisi 82 tulisan karya insan Ombudsman RI dari berbagai daerah di Indonesia. Hadi menjelaskan, kedua buku tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi masyarakat maupun instansi yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Buku dimaksud juga bentuk aktualisasi diri dan akuntabilitas kinerja yang menjangkau luas dan lama lintas generasi,” jelasnya.
Wakil Ketua Ombudsman RI, Rahmadi Indra Tektona, mengapresiasi penerbitan kedua buku dan pengembangan aplikasi tersebut. Menurutnya, karya tersebut dapat memperkuat budaya literasi masyarakat mengenai pelayanan publik dan maladministrasi.
“Kami apresiasi para penulis yang sudah menyumbangkan tulisan dan pemikirannya. Semoga insan Ombudsman lainnya di berbagai perwakilan makin banyak yang aktif menulis dan terdorong membuat buku seperti di Kalsel,” ujarnya.
Senada, Anggota Ombudsman RI Abdul Ghoffar menilai penerbitan buku dan pengembangan aplikasi merupakan bentuk inovasi serta dedikasi jajaran Ombudsman Kalsel.
Menurutnya, peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat serta instansi pemerintah mengenai pelayanan publik menjadi bagian penting dari tugas Ombudsman.
Selain dua buku, Ombudsman Kalsel juga merilis Aplikasi Monitoring Kerja Sama yang dilengkapi Modul Operasional. Aplikasi ini dirancang untuk mendokumentasikan dan mengelola berbagai Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara digital.
Melalui aplikasi tersebut, isi kerja sama, waktu pelaksanaan hingga tindak lanjut dapat dipantau secara lebih terstruktur.
Aplikasi Monitoring Kerja Sama menjadi sistem digital ketiga yang dikembangkan Ombudsman Kalsel, setelah Aplikasi Monitoring Renja dan Buku Tamu Digital yang hingga kini telah berjalan.



