Infosatu.cyou, Kotabaru – Dinamika kontestasi Pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 kini memasuki babak krusial. Setelah melalui serangkaian proses administrasi dan pemungutan suara ulang oleh Senat ULM, perhatian publik kini tertuju pada tahapan akhir di tingkat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Tiga figur terbaik telah resmi melaju ke tahap akhir pemilihan Rektor ULM. Berdasarkan hasil perolehan suara senat dan pengambilan ulang nomor urut, ketiga kandidat tersebut yakni Dr. Rusmansyah, Drs., M.Pd. sebagai Nomor Urut 1, Prof. Dr. Ahmad, S.E., M.Si. sebagai Nomor Urut 2, serta Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., S.H. sebagai Nomor Urut 3.
Sesuai regulasi, penentuan rektor terpilih akan dilakukan melalui bauran suara strategis, yakni 65 persen suara Anggota Senat ULM dan 35 persen suara Menteri.
Proses penyaringan ulang hingga penyesuaian linimasa tersebut dinilai menjadi potret dinamika demokrasi kampus yang sehat dan konstitusional.
Ketua Dewan Pembina DPP Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), H. Junaidi, menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam proses suksesi kepemimpinan merupakan hal yang lumrah dalam sebuah demokrasi.
“Dinamika ini harus kita pahami sebagai mekanisme checks and balances yang sehat. Tujuannya menjaga akuntabilitas, transparansi, serta melahirkan pemimpin yang mampu mengangkat nama ULM dan membangun peradaban pendidikan di Banua,” tegas H. Junaidi, Selasa (8/9/2026).
Pandangan tersebut diperkuat Ketua Umum DPP FKPWK, Adv. H. Rachmad Fadillah, S.H. Menurutnya, harapan terhadap lahirnya kepemimpinan terbaik di ULM merupakan representasi keinginan kolektif masyarakat Kalimantan Selatan.
“ULM adalah ikon, marwah, dan kebanggaan Banua. Perguruan tinggi tertua dan terbesar di Kalimantan Selatan ini tidak bisa dipisahkan dari reputasi daerah kita di tingkat nasional. Prestasi ULM adalah prestasi Kalsel. Karena itu, kita wajib mengangkat ULM sejajar dengan kampus kelas dunia serta membangun sumber daya manusia Banua yang unggul,” ujarnya.
Lebih lanjut, FKPWK menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesolidan seluruh elemen kampus setelah keputusan resmi terkait rektor terpilih ditetapkan oleh kementerian.
“Siapa pun yang nantinya ditetapkan sebagai rektor terpilih adalah pemegang sah estafet kepemimpinan ULM. Wajib kita dukung secara penuh dan solid, mulai dari guru besar, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa,” lanjut H. Rachmad Fadillah.
Menurutnya, kesolidan internal merupakan modal utama bagi ULM dalam menghadapi persaingan global dan tuntutan peningkatan mutu pendidikan tinggi yang semakin ketat.
Prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional, kata dia, tidak mungkin diraih oleh satu orang semata. Dibutuhkan kerja sama seluruh komponen kampus, iklim akademik yang kondusif, serta komitmen kebersamaan yang kuat.
“Dibutuhkan kerja tim yang harmonis, iklim akademik yang kondusif, dan komitmen kebersamaan. Hanya dengan itu kita bisa terus mengangkat dan membangun nama Universitas Lambung Mangkurat di panggung dunia, demi masa depan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Dengan memasuki tahapan akhir Pemilihan Rektor ULM, FKPWK berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana yang kondusif serta mengedepankan kepentingan besar kemajuan pendidikan tinggi.
Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin, harapannya tetap sama, yakni membawa ULM semakin maju, berprestasi, berdaya saing global, serta menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.(Raihan)



