Infosatu.cyou, Banjaramasin — Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin kembali menggelar Expo Religi ke-11 di kawasan Nol Kilometer Banjarmasin, 25–27 September 2026.
Mengusung tema “Merakit: Menjaga Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan berbagai agama dan keyakinan untuk memperkuat toleransi, kerukunan, serta kehidupan damai di tengah masyarakat.
Direktur LK3 Banjarmasin, Abdani Solihin, mengatakan Expo Religi merupakan sarana mempertemukan berbagai agama dan keyakinan di ruang publik. Kegiatan tersebut diharapkan turut memperkuat ikatan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai kesulitan, musibah dan bencana.
“Diharapkan terbangun toleransi, kerukunan dan hidup damai di Kota Banjarmasin yang sudah berusia 500 tahun,” ujar Abdani.
Expo Religi ke-11 merupakan rangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari Seminar dan Konferensi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) yang berlangsung 21–24 September 2026.
Dalam expo tersebut terdapat 38 stand pameran yang menampilkan berbagai agama dan keyakinan. Selain itu, panggung budaya menghadirkan lebih dari 115 penampilan dengan melibatkan lebih dari 800 talent.
Berbagai kegiatan lainnya juga digelar, seperti lomba busana Nusantara dan lomba mewarnai yang diikuti puluhan anak dengan penuh antusias.
Selama pelaksanaan, puluhan ribu pengunjung datang menikmati pertunjukan budaya dan kesenian sekaligus mengunjungi stand UMKM yang menyediakan beragam jajanan.
Menariknya, kegiatan ini melibatkan lebih dari 80 anak muda lintas iman dari berbagai latar belakang agama sebagai panitia. Mereka bekerja secara sukarela dan bergotong royong mempersiapkan kegiatan selama lebih dari tiga bulan.
Staf LK3 Banjarmasin, Paula, mengatakan kerja sama yang dibangun para anak muda lintas iman tersebut menjadi proses dialog yang sangat berharga.
“Kerja sama yang telah mereka bangun dalam mempersiapkan kegiatan merupakan dialog tak ternilai yang membekas selamanya, membentuk sikap toleransi dan keterbukaan untuk bekerja sama dengan saudara yang berbeda keimanan,” katanya.
Sementara itu, Nanda, salah seorang panitia muda lintas iman, menilai Expo Religi memberikan pengalaman berharga bagi generasi muda untuk berinteraksi dan bekerja bersama dengan teman-teman yang berbeda keyakinan.
“Kegiatan ini sangat keren dan hebat, memberikan pengalaman berharga bagi anak muda yang terlibat, menjadi wahana berinteraksi dengan semua kawan yang berbeda keimanan,” tutupnya.(red)



