Infosatu.cyou, Banjarmasin — Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki bekal keagamaan. Hal tersebut menjadi perhatian Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK) melalui kegiatan Launching CUM Laude #1, Pembelajaran Al-Qur’an bagi Mahasiswa Baru.
Kegiatan berlangsung di Mushalla IBITEK Dra. Hj. Maimunah Zarkasyi, MA, PhD, Banjarmasin, Jumat (2/1/2026), bersama para dosen Pendidikan Agama Islam IBITEK.
Rektor IBITEK, Dr. Yanuar Bachtiar, SE, MSi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali budaya membaca Al-Qur’an di lingkungan kampus.
“Harapan kita, membaca Al-Qur’an ini tidak hanya sekadar membaca. Tetapi sampai pada tingkatan tartil, baik dari tajwid, makhraj maupun waqaf,” ujarnya.
Menurut Yanuar, IBITEK juga mulai mengidentifikasi mahasiswa baru yang memiliki potensi di bidang Al-Qur’an untuk dikembangkan. Salah satunya dipersiapkan agar dapat mengikuti MTQ Nasional tingkat mahasiswa.
Ia menyebutkan, selama ini belum ada mahasiswa IBITEK yang mewakili institusi hingga tingkat nasional dalam ajang tersebut. Namun, kini mulai muncul mahasiswa yang memiliki potensi, baik dalam bidang tilawah maupun cabang Al-Qur’an lainnya.
Sementara itu, Dosen Pendidikan Agama Islam IBITEK, Tamjid Noor, menilai kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan dasar penting bagi mahasiswa Muslim.
Menurutnya, pendidikan agama Islam tetap memiliki tempat meskipun mahasiswa menempuh bidang studi seperti akuntansi, manajemen, maupun teknologi.
“Di antara ranting dan cabang PAI itu, yang paling inti adalah sumber agama. Sumber agama itu adalah Al-Qur’an,” tuturnya.
Ia menegaskan, mahasiswa harus terlebih dahulu mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid dan tartil. Dari kemampuan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat berlanjut pada tahap memahami dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an.
Dosen Agama Islam IBITEK, Hanafi, menambahkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an juga merupakan bagian dari upaya memberikan keteladanan kepada mahasiswa.
Berbekal pengalaman lebih dari 30 tahun mengajar agama, ia berharap mahasiswa dapat memperoleh motivasi dari para dosen untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Paling tidak yang paling awal dulu, bisa baca dengan kaidah ilmu-ilmu itu,” katanya.
Hanafi menyebut kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi yang berkesinambungan, sejalan dengan perjuangan pendiri IBITEK, Dra. Hj. Maimunah Zarkasyi, MA, PhD, yang namanya diabadikan sebagai nama mushalla kampus.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru IBITEK tidak hanya diperkenalkan dengan dunia akademik, teknologi dan bisnis, tetapi juga diajak memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.



