Beranda Banjarmasin Rektor UNUKASE: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan, tetapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

Rektor UNUKASE: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan, tetapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

0

Infosatu.cyou, Banjar, Kalsel – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., berpesan kepada para lulusan agar tidak menjadikan gelar akademik sebagai akhir perjalanan dalam menuntut ilmu. Sebaliknya, kelulusan merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan ilmu, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Abrani dalam sambutannya pada kegiatan akademik UNUKASE, Selasa (27/10/2026), dalam rangka Wisuda Sarjana ke-7 yang meluluskan sebanyak 117 orang.

Di hadapan mahasiswa dan civitas akademika, Abrani menyampaikan selamat kepada para lulusan yang telah berhasil menyelesaikan tahapan pendidikan tinggi. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari perjuangan panjang yang diwarnai kerja keras, ketekunan, kedisiplinan, serta berbagai pengorbanan.

Ia mengatakan, di balik pencapaian akademik setiap mahasiswa, terdapat perjalanan yang tidak selalu mudah. Mulai dari waktu yang dikorbankan, tugas-tugas yang diselesaikan, penelitian yang diperjuangkan, hingga berbagai tantangan yang berhasil dilewati.

Karena itu, keberhasilan tersebut patut disyukuri dan dibanggakan. Namun, para lulusan juga harus menyadari bahwa pencapaian akademik bukanlah garis akhir perjalanan hidup.

“Keberhasilan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab dan pengabdian yang lebih besar,” tegas Abrani.

Dalam sambutannya, ia menitipkan tiga pesan penting sebagai bekal bagi para lulusan dalam menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Pertama, menjadi insan berilmu dan berintegritas.

Abrani menegaskan bahwa gelar akademik merupakan pengakuan atas proses pendidikan yang telah ditempuh. Namun, gelar bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang.

Ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan kejujuran, tanggung jawab, etika, dan karakter yang baik. Dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat, kemampuan akademik memang penting, tetapi integritas menjadi salah satu kunci untuk membangun dan menjaga kepercayaan.

Para lulusan juga diharapkan senantiasa menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan sikap kompeten, jujur, santun, dan dapat dipercaya.

Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari pekerjaan atau jabatan yang berhasil diraih, tetapi juga dari karakter serta manfaat yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya.

Kedua, terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Abrani menilai perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan dinamika kehidupan masyarakat terus bergerak dengan cepat. Kondisi tersebut menuntut setiap orang untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan kompetensi.

Pendidikan tinggi, katanya, merupakan fondasi penting untuk menghadapi berbagai tantangan. Namun, selesainya masa kuliah bukan berarti proses belajar juga berakhir.

Para lulusan diharapkan terus memperluas wawasan, mengembangkan keterampilan, meningkatkan kompetensi, serta membuka diri terhadap berbagai peluang. Teknologi pun perlu dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung pengembangan diri dan melahirkan kreativitas.

Ia mengingatkan agar para lulusan tidak mudah menyerah ketika menghadapi perubahan. Sebaliknya, mereka harus tetap fokus pada proses, meningkatkan kualitas diri, dan percaya bahwa usaha yang sungguh-sungguh dapat membuka berbagai peluang untuk masa depan.

Ketiga, menjadikan ilmu sebagai sumber manfaat bagi sesama.

Pesan berikutnya adalah pentingnya kepedulian sosial dan semangat pengabdian. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Abrani berharap lulusan UNUKASE tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam kompetensi, kuat dalam karakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

UNUKASE Wisuda 117 Lulusan Sarjana

Sementara itu, Wakil Rektor I UNUKASE, Dr. H. Jarkawi, M.M.Pd., menyampaikan bahwa Wisuda Sarjana ke-7 UNUKASE meluluskan sebanyak 117 orang dari sejumlah program studi.

Program Studi Akuntansi menjadi penyumbang lulusan terbanyak, yakni 41 orang dengan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,44. Berikutnya, Program Studi Agribisnis meluluskan 31 orang dengan rata-rata IPK 3,65, sedangkan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) meluluskan 22 orang dengan rata-rata IPK 3,76.

Menurut Jarkawi, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi UNUKASE untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Namun, keberhasilan akademik tidak hanya diukur dari jumlah lulusan maupun angka IPK. Lebih dari itu, keberhasilan pendidikan tercermin dari kemampuan lulusan dalam menerapkan ilmu pengetahuan, menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat, menjunjung tinggi etika, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

“Kami berharap seluruh lulusan UNUKASE mampu menjadi insan yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian,” ujar Jarkawi.

Kelulusan Menjadi Awal Tanggung Jawab Baru

Bagi Abrani, yudisium dan wisuda bukan sekadar kegiatan seremonial atau pengumuman hasil akhir perjalanan akademik. Momentum tersebut menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan mahasiswa sekaligus pengingat bahwa setiap pencapaian selalu membawa tanggung jawab baru.

Para lulusan kini akan memasuki lingkungan kehidupan yang lebih luas, dengan beragam tantangan dan kesempatan. Mereka dituntut mampu menerapkan ilmu pengetahuan, menjaga prinsip, serta terus mengembangkan kemampuan agar dapat menjawab kebutuhan zaman.

Rektor UNUKASE juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para mahasiswa yang telah memilih UNUKASE sebagai tempat menimba ilmu dan mengembangkan diri. Ia berharap pencapaian akademik yang diraih menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Menutup pesannya, Abrani mengajak para lulusan untuk terus berikhtiar, menjaga semangat belajar, memperkuat integritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak semata-mata terletak pada gelar yang disandang, tetapi juga pada bagaimana ilmu, karakter, dan kemampuan yang dimiliki digunakan untuk menjawab persoalan serta membawa kebaikan bagi kehidupan.

Bagi para lulusan UNUKASE, hari kelulusan merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Namun, perjalanan sesungguhnya baru dimulai: membawa ilmu ke tengah masyarakat, menjaga kepercayaan, dan membuktikan bahwa pendidikan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan bermanfaat bagi sesama.(juna)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version