Infosatu.cyou, Kotabaru – Pelaksanaan ibadah kurban di Desa Langkang Baru, Kecamatan Pulau Laut Timur, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Di balik suksesnya kegiatan tersebut, Kepala Desa Langkang Baru, Karji, menyuarakan harapan besar agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah desa mulai memberdayakan peternak sapi lokal untuk kebutuhan hewan kurban.
Karji mengatakan, saat ini terdapat sejumlah perusahaan besar di kawasan Pulau Laut Timur, seperti PT Minamas (PT Geantra Takti), SSC, dan TSM. Beberapa perusahaan dinilai telah menunjukkan kepedulian sosial dengan rutin menyalurkan bantuan hewan kurban ke desa-desa binaan, termasuk PT BSS yang dalam beberapa tahun terakhir aktif membantu masyarakat.
Meski demikian, ia menyoroti fakta bahwa sebagian besar hewan kurban masih didatangkan dari luar daerah, padahal kualitas sapi milik peternak lokal dinilai sudah sangat layak dan mampu bersaing.
“Kami berharap perusahaan yang berdampingan dengan desa dapat memberdayakan peternak lokal. Kualitas sapi di sini sudah sangat bagus, baik ukuran maupun kesehatan dagingnya,” ujar Karji.
Menurutnya, jika perusahaan mulai menyerap sapi dari peternak sekitar, dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Ia menilai kebutuhan hewan kurban setiap tahun sangat potensial karena mencakup kebutuhan desa, instansi pemerintah, hingga perusahaan dan karyawan.
Pada Iduladha tahun ini, Panitia Kurban Desa Langkang Baru mengelola empat ekor sapi yang berasal dari bantuan PT BSS, arisan perangkat desa, serta sumbangan masyarakat. Proses penyembelihan dan distribusi daging dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan sekitar 60 hingga 80 orang panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan relawan desa.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada sekitar 400 hingga 500 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut.
Karji juga menjelaskan bahwa tradisi Iduladha di Langkang Baru memiliki nuansa religius dan budaya yang kuat. Usai pelaksanaan Salat Id, masyarakat menggelar selamatan, haul jama, hingga pengiriman doa bagi keluarga yang telah wafat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah kubur massal sebelum ditutup dengan selamatan bersama setelah seluruh pembagian daging kurban selesai.
“Tradisi ini menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat kami setiap Iduladha. Selain ibadah kurban, momen ini juga mempererat silaturahmi dan nilai gotong royong warga,” tutupnya.



