Infosatu.cyou, Iran – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyindir operasi militer Amerika Serikat bertajuk Operation Epic Fury dengan menyebutnya sebagai “Epic Mistake” atau kesalahan besar.
Melalui unggahan di platform X (Twitter), Araghchi menyatakan bahwa sembilan hari setelah operasi tersebut dimulai, dampaknya mulai terasa pada perekonomian global. Ia menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang diikuti kenaikan harga berbagai komoditas lainnya.
Menurutnya, operasi militer yang dilakukan Washington justru memperburuk situasi kawasan dan memicu ketidakstabilan ekonomi internasional.
Araghchi juga menegaskan bahwa Iran siap menghadapi kemungkinan serangan lanjutan. Ia bahkan mengklaim Teheran memiliki “banyak kejutan” yang dapat digunakan untuk menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut menambah panas retorika di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Pengamat menilai saling sindir antara kedua negara berpotensi memperburuk situasi keamanan regional jika tidak diiringi upaya diplomasi yang intens.



