Sab, 20 Juni 2026
spot_img

Penrem 031/WB Ungkap Fakta di Balik Video Viral Pemukulan Polisi oleh Anggota TNI

Infosatu.cyou, Pekanbaru – Penrem 031/Wira Bima (WB) memberikan klarifikasi terkait kembali beredarnya video viral di media sosial yang menampilkan peristiwa pemukulan anggota Satlantas Polresta Pekanbaru oleh seorang anggota TNI AD.

Penrem menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan peristiwa baru, melainkan insiden yang terjadi pada 10 Agustus 2017 sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan deretan Ruko Senapelan Plaza/Mall Pekanbaru.

Berdasarkan data yang dimiliki Korem 031/WB, pelaku dalam peristiwa tersebut adalah Serda Wira Sinaga, anggota Korem 031/WB, yang melakukan pemukulan terhadap Bripda Yoga, anggota Satlantas Polresta Pekanbaru.

Penrem menjelaskan bahwa kasus tersebut telah ditangani secara langsung oleh Komandan Korem 031/WB pada saat kejadian. Sebagai bagian dari proses penegakan hukum dan disiplin militer, Serda Wira Sinaga langsung ditahan di sel Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/3 Kodam I/Bukit Barisan di Pekanbaru.

“Seluruh proses penanganan telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku dan kasus tersebut telah selesai ditangani tanpa adanya permasalahan lanjutan,” demikian keterangan Penrem 031/WB, Jumat (19/6/2026).

Selain itu, hasil pemeriksaan medis saat itu menunjukkan bahwa Serda Wira Sinaga mengalami gangguan kejiwaan berupa depresi yang didiagnosis sebagai skizofrenia.

Menyikapi kembali viralnya video tersebut, Penrem 031/WB mengimbau masyarakat untuk memahami konteks waktu dan fakta yang sebenarnya. Video yang saat ini beredar luas merupakan dokumentasi lama yang terjadi sekitar sembilan tahun lalu dan bukan kejadian yang baru terjadi.

Penrem juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum menyebarkannya kembali, guna menghindari kesalahpahaman dan penyebaran informasi yang menyesatkan.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berupaya memanfaatkan informasi lama untuk memecah belah persatuan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru