Info satu.cyou, Banjarmasin – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, terutama bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikan oleh Lawyer Abikul Halik, Jumat (26/6/2026), di ruang kerjanya.
Menurutnya, narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan, keluarga, serta generasi bangsa.
“Pencegahan harus dimulai sejak dini melalui pendidikan dan pengawasan yang baik. Anak-anak perlu dijauhkan dari pergaulan negatif yang dapat menjerumuskan mereka pada penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Abi mengungkapkan, pihaknya beberapa kali menangani kasus anak yang berhadapan dengan hukum terkait narkotika. Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena anak-anak yang seharusnya memiliki masa depan cerah justru terpapar penyalahgunaan narkoba sejak usia dini.
“Rata-rata anak yang kami temukan kurang mendapatkan perhatian dan pengawasan dari orang tua.
Karena itu, orang tua harus benar-benar mengawasi pergaulan anak agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba,” katanya. Selain pengawasan keluarga, Abi juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai agama dan pendidikan karakter sejak dini sebagai benteng moral bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.
Terkait penanganan hukum terhadap anak yang terlibat kasus narkotika, Abi menjelaskan bahwa pendekatannya harus melihat klasifikasi perbuatan yang dilakukan.
“Jika anak tersebut murni sebagai korban atau pengguna, maka dapat diajukan rehabilitasi. Namun jika terbukti terlibat dalam peredaran atau distribusi narkoba, tentu akan berhadapan dengan hukum.
Meski demikian, karena masih di bawah umur, ada pertimbangan khusus dalam penjatuhan sanksi,” jelasnya. Abi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berani mengatakan tidak pada narkoba serta aktif menjaga lingkungan dari ancaman peredaran gelap narkotika.
“Mari kita tanamkan keberanian untuk mengatakan ‘Tidak’ pada narkoba dan membangun lingkungan yang saling peduli serta saling mendukung. Bersama-sama kita ciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba demi masa depan generasi yang lebih baik,” ajaknya
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar. Selain itu, dukungan kepada para penyintas atau korban penyalahgunaan narkoba juga dinilai penting agar mereka dapat pulih dan kembali produktif di tengah masyarakat.
Menurut Abi, perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan komitmen seluruh elemen bangsa.
“Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan bebas dari narkoba,” pungkasnya.(red)



