Jum, 28 Agustus 2026
spot_img

Milad ke-51, MUI Kalsel Ziarahi Makam Para Mantan Ketua: Menyisir Sejarah, Menapak Tantangan Zaman

Infosatu.cyou, Kandangan – Memperingati Milad ke-51, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rangkaian ziarah ke makam para mantan Ketua MUI Kalsel. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan para tokoh yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, pemikiran, serta perhatian bagi kemajuan MUI dan kemaslahatan umat Islam.

Ketua Panitia Pelaksana (Panlak) Harlah MUI, IBG Dharma Putra, mengatakan ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-51 MUI Kalsel dengan tema “Menyisir Sejarah dan Tokoh MUI, Menapak Tantangan Zaman.”

“Ziarah ini dimaksudkan untuk mengenang jasa para tokoh yang telah menyumbangkan waktu, tenaga, perhatian, pengetahuan dan segalanya untuk kemajuan MUI dan kemaslahatan umat Islam,” ujarnya.

Menurutnya, upaya membangun MUI agar semakin baik ke depan tidak dapat dipisahkan dari berbagai fondasi dan perjuangan yang telah dirintis para pendahulu.

“Kami yakin sudah banyak hal baik yang dirintis para Ketua MUI terdahulu. Karena itu, melalui kegiatan ziarah ini kami ingin menghargai dan mengapresiasi perjuangan mereka, sekaligus membuka kembali lembaran sejarah tentang apa saja yang telah dilakukan untuk kemudian dilanjutkan dan disempurnakan,” kata Ma’ruf, Koordinator Rombongan Ziarah.

Rangkaian ziarah dimulai pada Jumat, 17 Juli 2026, dengan mengunjungi makam KH Gt Abdul Muis dan dilanjutkan ke makam KH Dr. Aswadie Syukur.

Kemudian pada Sabtu, 18 Juli 2026, rombongan melanjutkan ziarah ke makam KH Ahmad Makkie di Birayang dan ditutup dengan ziarah ke makam KH Husin Naparin di Kalahiyang, Paringin.

Di setiap daerah yang menjadi lokasi ziarah, rombongan MUI Kalsel turut disambut pengurus MUI kabupaten setempat. Mereka bersama-sama memanjatkan doa sekaligus menggali kembali jejak sejarah perjalanan MUI dari masa ke masa.

Selain mengenang para tokoh, ziarah tersebut juga menjadi ruang untuk berdiskusi mengenai dinamika organisasi dan persoalan keumatan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan MUI Kalsel.

Turut hadir dalam ziarah ke makam KH Ahmad Makkie dan KH Husin Naparin di antaranya Ma’ruf, M. Saprianur, Abdul Munir Faqih, Fakhruddin, H. Teddy Suryana serta sejumlah pengurus MUI Kalsel lainnya.

Usai berziarah ke makam KH Husin Naparin di Kalahiyang, Paringin, rombongan kemudian disambut dan dijamu Ketua Umum MUI Kalsel, Guru Ahmad Syairazi, di Pondok Pesantren Dalam Pagar (Dalpa), Jalan Al-Falah, Kandangan, Hulu Sungai Selatan.

Dalam suasana santai, para pengurus MUI Kalsel bersama Ketua Umum membahas berbagai persiapan pelaksanaan malam puncak Milad ke-51 MUI yang akan digelar pada 27 Juli 2026 di Pesantren Dalam Pagar Kandangan.

Abdul Munir Faqih, salah seorang pengurus MUI Kalsel yang turut hadir, menyampaikan sejumlah pesan Ketua Umum terkait persiapan acara puncak tersebut.

“Beliau berpesan agar seluruh pengurus jangan sampai tidak hadir pada acara puncak Harlah MUI ke-51. Armada juga harus disiapkan agar seluruh pengurus dapat terakomodasi dan berangkat bersama,” ujarnya.

Selain itu, panitia juga diminta menyusun daftar jumlah kehadiran guna mengoptimalkan persiapan acara. Ketua Umum MUI Kalsel juga mengingatkan agar Gubernur dan Forkopimda, seluruh Bupati dan Wali Kota, serta Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum MUI Kabupaten/Kota turut diundang.

“Pada acara puncak tersebut, MUI Kabupaten/Kota juga akan menerima penghargaan dari MUI Kalsel,” pungkasnya. (nm)

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru