Jum, 28 Agustus 2026
spot_img

Intrusi Air Laut Makin Parah, Kadar Garam di Sungai Bilu Tembus 1.000 PPM

Info satu.cyou, Banjarmasin – Intrusi air laut ke Sungai Bilu semakin parah seiring berlangsungnya musim kemarau panjang. Kondisi ini membuat kadar garam pada air baku terus berada di level sangat tinggi hingga memaksa PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) menghentikan total produksi dari Intake Sungai Bilu.

Sepanjang Sabtu (22/8/2026), kadar garam air baku di Intake Sungai Bilu terpantau stabil di atas 1.000 ppm. Tingginya kandungan garam membuat air baku tidak memungkinkan untuk diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.

Penghentian produksi tersebut berdampak langsung terhadap debit distribusi air. Sejumlah wilayah layanan PAM Bandarmasih berpotensi mengalami penurunan tekanan hingga aliran air terhenti.

Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kondisi tersebut merupakan dampak serius dari intrusi air laut yang dipicu musim kemarau panjang.

“Hari ini kadar garam di Intake Sungai Bilu terpantau sepanjang hari masih stabil tinggi, di atas 1.000 ppm. Dengan kondisi seperti ini, produksi dari Intake Sungai Bilu harus dihentikan total karena air baku tidak memungkinkan untuk diproses dan didistribusikan,” ujar Zulbadi.

Menurutnya, penghentian produksi menjadi langkah yang harus diambil demi menjaga kualitas air yang diterima masyarakat.

“Kami memahami bahwa kondisi ini sangat berdampak terhadap pelayanan kepada pelanggan. Namun, kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Zulbadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya pelayanan. Ia memastikan jajaran PAM Bandarmasih terus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan pelayanan sekaligus mempercepat pemulihan.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Tim terus melakukan upaya maksimal untuk memulihkan pelayanan secepat mungkin,” katanya.

Di tengah kondisi darurat tersebut, PAM Bandarmasih mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan memanfaatkannya secara bijak. Penurunan debit produksi dapat memengaruhi kontinuitas aliran air di sejumlah wilayah layanan.

Kadar garam di Sungai Bilu akan terus dipantau secara intensif. Informasi terbaru mengenai kondisi sumber air baku maupun perkembangan pelayanan akan disampaikan melalui kanal resmi PAM Bandarmasih.

PAM Bandarmasih berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan bersama-sama menghemat penggunaan air selama gangguan pelayanan berlangsung.

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru