Rab, 28 Oktober 2026
spot_img

Festival Akrab 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata dan Ekonomi Kreatif Kotabaru

Infosatu.cyou, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru kembali menggelar Festival Akrab (Ajang Kreativitas Bamega) 2026, yang kini memasuki tahun ketiga. Festival dibuka Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos., mewakili Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos., di Panggung Akrab Siring Laut, Jum’at (23/10/2026) malam.

Festival tahun ini mengusung tema “Menyisir Ekonomi Kreatif Pesisir di Kalimantan Selatan”. Tema tersebut dipilih karena Kotabaru memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Kalimantan Selatan. Wilayah pesisirnya tidak hanya kaya potensi alam, tetapi juga talenta dan kebudayaan.

Syairi menyampaikan bahwa festival kali ini menghadirkan terobosan baru, yakni kolaborasi tiga kabupaten pesisir: Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut. Melalui tema ini, ia berharap potensi sumber daya alam pesisir dapat diolah menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tinggi, baik di bidang kriya maupun subsektor kreatif lainnya.

Ia mencontohkan penampilan fashion show malam itu sebagai bukti bahwa talenta anak muda Kotabaru mampu bersaing di tingkat nasional.

“Terbukti malam ini kita lihat bersama bagaimana tadi penampilan fashion show, salah satu bentuk kreativitas anak muda di Kabupaten Kotabaru yang sudah sampai di jenjang nasional, ini hadir di kiri, kanan saya, dan juga belakang, inilah salah satu bentuk yang luar biasa, yang sudah membawa nama Kabupaten Kotabaru ke level nasional,” ucapnya.

Menurut Syairi, festival ini memberi ruang seluas-luasnya bagi pelaku ekonomi kreatif dan generasi muda untuk berkarya, berinovasi, serta mempromosikan produk dan seni budaya lokal hingga dikenal di tingkat regional dan nasional. Ia menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam dan hasil laut Kotabaru harus diolah menjadi ekonomi kreatif, dengan kunci pada sumber daya manusia, sehingga peran SKPD terkait sangat penting.

Ia juga berpesan agar pelatihan ekonomi kreatif tidak berhenti di ruang kelas, tetapi disertai bantuan alat penunjang agar peserta dapat langsung berusaha sesuai bidang masing-masing setelah pelatihan.

Syairi turut mengapresiasi Disparpora Kotabaru yang konsisten menyediakan wadah dan ruang inkubasi bagi generasi muda untuk berkreativitas. Ia juga mengapresiasi seluruh tamu undangan yang mengenakan busana kebanggaan daerah, Sasirangan, sebagai wujud komitmen melestarikan warisan budaya Kalimantan Selatan.

“Malam ini kita mengenakan salah satunya busana kebanggaan kita, yaitu Sasirangan Saijaan di Kabupaten Kotabaru, ini merupakan salah satu bukti komitmen kita bersama dalam rangka untuk terus melestarikan dan membanggakan warisan budaya Kalimantan Selatan,” paparnya.

Di akhir sambutan, Wakil Bupati berharap pada Hari Jadi Kabupaten Kotabaru nanti, seluruh Forkopimda dan kepala dinas beserta istri dapat tampil bersama dalam fashion show mengenakan Sasirangan Saijaan Kotabaru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kotabaru, Ir. Kamiruddin, M.Si., melaporkan bahwa rangkaian Festival Akrab 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk berekspresi, berkompetisi, belajar, dan mengembangkan kemampuan di berbagai subsektor ekonomi kreatif. Hal paling istimewa tahun ini adalah ruang kreativitas yang inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Kita ingin menegaskan bahwa kreativitas adalah milik semua orang, anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk menunjukkan bakatnya, begitu juga warga binaan yang tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan nanti karya-karyanya akan dilelang dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Di akhir acara Kabid Pertunjukan, Event Pariwisata, dan Ekraf Disparpora Kotabaru, Rudi Nugraha, S.Sos., M.AP., menambahkan bahwa ajang ini menampilkan berbagai subsektor ekonomi kreatif yang berkembang pesat di Kotabaru.

“Beberapa subsektor utama yang tampil menonjol antara lain kriya, fashion, dan kuliner. Selain itu, subsektor lain yang juga menunjukkan progres sangat baik meliputi seni rupa, perfilman, hingga fotografi,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, keberhasilan pelaku ekraf tidak hanya diukur dari jumlah penonton, melainkan dari keberanian berkarya, kemandirian, hingga kemampuan menembus pasar internasional. Salah satu buktinya adalah gula aren lokal Kotabaru yang kini berhasil diekspor ke Tiongkok.

Disparpora juga mengumumkan bahwa dalam rangkaian peringatan Hari Ekraf Nasional, Kotabaru dipercaya menjadi tuan rumah Nusantara Creative Walk (Fun Walk) se-Kalimantan Selatan. Jalan santai kreatif ini digelar serentak di seluruh Indonesia sebagai dukungan bagi kemajuan ekonomi kreatif lokal dan pariwisata daerah.

Usai pembukaan, Wakil Bupati bersama tamu undangan mengunjungi berbagai stand Festival Akrab 2026. Acara dihadiri Forkopimda, Ketua DPW Gekrafs Provinsi Kalimantan Selatan H. Andi Fitri, SE., MM, asisten, staf ahli, tenaga ahli bupati, Ketua GOW, SKPD, Kepala Bank Kalsel, serta komunitas ekraf dan UMKM. (Aida)

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru