Infosatu.cyou, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membongkar jaringan penyelundupan narkotika lintas negara dengan menyita 3,37 ton ganja yang diduga berasal dari Thailand. Ganja berkualitas tinggi tersebut diduga tidak hanya akan diedarkan dalam bentuk konvensional, tetapi juga diolah menjadi liquid vape yang mengandung zat narkotika.
Pengungkapan ini merupakan hasil operasi gabungan BNN, Bea Cukai, dan Polda Jawa Timur. Sebanyak 3,35 ton ganja diamankan di Gresik, Jawa Timur, sementara 22 kilogram lainnya disita di Purwakarta, Jawa Barat.
Plt Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Kombes Pol Didik Hariyanto, mengungkapkan ganja yang disita merupakan bunga ganja (cannabis flower) dengan kadar THC lebih tinggi dibandingkan ganja yang selama ini banyak beredar di Indonesia.
“THC-nya lebih tinggi. Kualitasnya lebih bagus yang dari Thailand,” ujar Didik.
Dalam kasus ini, 12 orang masih menjalani pemeriksaan, terdiri dari 1 warga negara Malaysia dan 2 warga negara Thailand. Sementara itu, 2 pelaku lainnya telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan diduga menjadi aktor penting di balik jaringan internasional tersebut.
BNN juga mengungkap modus penyelundupan yang tergolong rapi. Ganja dikamuflase menggunakan koper sebelum dikirim melalui jasa ekspedisi untuk mengelabui petugas.
Saat ini, aparat masih memburu jaringan yang diduga melibatkan pelaku dari Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Jika berhasil lolos ke pasaran, ribuan kilogram ganja dengan kualitas tinggi itu dikhawatirkan akan menyasar pasar baru melalui peredaran liquid vape ilegal yang mengandung narkotika.



