Ming, 18 Oktober 2026
spot_img

CAKAR BIDAWANG, Inovasi Guru di Paringin Bangun Komunitas Belajar yang Aktif

Infosatu.cyou, Balangan — Membangun komunitas belajar yang aktif tidak selalu mudah. Perbedaan kebiasaan dan tingkat keaktifan menjadi tantangan yang dihadapi Muhammad Syarif saat dipercaya memimpin Komunitas Belajar Kelompok Kerja Guru (KKG) Fase C Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan.

Guru SD Negeri Mangkayahu tersebut kemudian mengembangkan inovasi CAKAR BIDAWANG, sebuah strategi yang mendorong guru untuk aktif belajar, berdiskusi, berkolaborasi, serta berbagi pengalaman mengajar.

KKG Fase C Kecamatan Paringin terbentuk pada September 2024 setelah adanya kebijakan penggabungan KKG Gugus menjadi KKG Fase. Komunitas ini beranggotakan 39 guru dengan latar belakang kebiasaan belajar yang beragam.

Pada awalnya, tingkat kehadiran anggota masih di bawah 80 persen. Tidak banyak guru yang berani menyampaikan pendapat maupun membagikan praktik baik dalam pembelajaran.

CAKAR BIDAWANG kemudian hadir dengan memadukan lima unsur, yakni Contoh, Aktualisasi, Kolaborasi, Apresiasi, dan Refleksi.

Melalui inovasi tersebut, guru tidak hanya didorong untuk hadir sebagai peserta, tetapi juga mengambil peran dalam setiap kegiatan, mulai dari menjadi pembawa acara, aktif berdiskusi hingga tampil sebagai narasumber untuk membagikan pengalaman mengajar.

Pengurus juga memberikan apresiasi berupa undian hadiah bagi peserta yang datang lebih awal, honorarium bagi narasumber, serta sertifikat digital yang dapat diakses melalui Google Drive.

Setiap kegiatan kemudian dievaluasi bersama. Masukan dari anggota melalui diskusi maupun grup WhatsApp menjadi bahan perbaikan untuk kegiatan selanjutnya.

Nama CAKAR BIDAWANG sendiri memiliki filosofi yang dekat dengan budaya Banjar. Bidawang berarti kura-kura, yang menggambarkan perjalanan perlahan tetapi terus bergerak menuju tujuan.

Inovasi yang mulai diujicobakan pada Januari 2025 dan diterapkan pada Februari 2025 itu perlahan menunjukkan hasil. Kehadiran anggota yang sebelumnya di bawah 80 persen kini stabil di atas 90 persen. Bahkan, dalam beberapa pertemuan seluruh anggota dapat hadir.

Keaktifan guru dalam berbagi praktik baik juga meningkat. Dari 12 praktik baik yang telah dilaksanakan, delapan di antaranya disampaikan langsung oleh guru anggota komunitas, sementara empat lainnya menghadirkan narasumber dari luar.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh guru. Pengetahuan yang diperoleh melalui komunitas mulai diterapkan dalam pembelajaran di kelas, termasuk pemanfaatan Papan Interaktif Digital, pembelajaran mendalam, serta pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial.

Hasil positif juga terlihat dalam kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah. Dari 10 peserta didik yang mewakili Kecamatan Paringin, lima berhasil meraih prestasi di tingkat Kabupaten Balangan dan dua di antaranya melanjutkan ke tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Melalui CAKAR BIDAWANG, Muhammad Syarif bersama para anggota KKG Fase C Kecamatan Paringin terus menjaga semangat belajar dan berbagi.

Dengan semangat “Melangkah Perlahan, Bersinergi Mengukir Jejak Perubahan”, inovasi tersebut diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi komunitas belajar lainnya di Kabupaten Balangan.

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

0PelangganBerlangganan
- Iklan -spot_img

Berita Terbaru